Sep 08

Palai Bada

Image:Palai bada.jpgBulan Ramadhan, bulan yang datang sekali dalam setahun ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat islam sedunia, yang mana amal ibadah kita dilipatgandakan. Selain itu urusan perut juga menjadi hal yang istimewa pada bulan ini. Apalagi saya yang berada jauh dari orang tua, tiap hari tidak bisa menikmati enaknya ikan gambolo buatan ibu yang merupakan masakan kesukaan saya.

Dulu sewaktu dibawah ketek ibu, saya sering banget memilih-milih makanan, kalau makanan nya tidak saya sukai saya tidak makan, begitu keluh saya kepada ibu. Sebenarnya hal itu sungguh tidak baik. Hal itu baru saya rasakan akibatnya sekarang ketika jauh dari orang tua, jauh dari makanan-makanan favorit saya, jauh dari kebiasaan-kebiasaan saya dari sambal-sambal orisinil khas daerah saya. Halah, kampungan lo cat, he’eh, saya emang kampungan kalau soal makanan, primary food saya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tapi kalau ada yang ngajakin saya ke hokhokben, BMK, hayuk, gak nolak atuh.  Bukannya saya tidak mengakui bahwa makanan khas bandung itu memang enak. Tapi emang makanan tersebut tidak cocok dengan lidah saya. Continue Reading…

Sep 05

http://hlasmana.dagdigdug.com/files/2008/07/bunghatta.jpg

Minangkabau, suatu nama suku di Indonesia yang mendiami wilayah sumatera bagian tengah dahulunya terkenal dengan penghasil sumber daya manusia yang banyak bagi indonesia. Sebut saja para founding father negara ini, Bung Hatta, perumus pancasila, M Yamin, Tokoh Islam terbesar, Buya Hamka, Perdana Menteri waktu indonesia memiliki sistem negara bagian, Sutan Syahrir. Agus Salim, Tan Malaka, dan sederet nama besarnya telah dilahirkan di tanah Minangkabau. Di tulisan ini saya tidak bermaksud membanggakan suatu etnik atau suku, tapi saya malah menanyakan kemana hilang dan redupnya tokoh-tokoh berdarah Minangkabau di pentas nasional pada

Continue Reading…

Sep 04

Puasa oh Puasa

Langkahnya gontai tak terarah, cucuran-cucuran keringat membasahi keningnya. Lututnya terasa goyah dan sedikit gemetaran. Cuaca bisa dibilang sejuk, tapi pikirannya tetap terpaku terhadap es shanghai yang bakalan dilahapnya jam 6 nanti. Tetapi, waktu masih menunjukkan jam 3 sore. Detik demi detik terkesan sangat lambat. Jam dipergelangan tangannya diliriknya berkali-kali.

Ia melalui hari kedua puasanya dengan berat. bibir nya terlihat pucat dan pecah-pecah. nafasnya? sebelas dua belas dengan nafas naga yang bikin menangis karena telah terkontaminasi hingga menjadi gas air mata. :mrgreen:

yah begitulah kedaannya, si Anjank seakan belum percaya kalau hari ini ia harus menahan salero buruak nafsu makannya hingga maghrib tiba. Selesai kuliah Termodinamika ia males pulang, ia pikir jika pulang pasti ujung0ujungnya duduk di depan jam dan mempelototin jam itu hingga berbuka. parah. Dari kelas ia berjalan menuju sekretariat unitnya ujang, tempat ia berkativitas, yang situsnya lagi di hack orang gila.

Dengan tertatih-tatih, lutut gemetaran seakan-akan mau copot sahaja, akhirnya ia sampai di sekre. Dilihat sekeliling, ternyata kondisi disini Continue Reading…

Sep 01

Terkadang ia tidur di jalan, beberapa kali juga pernah di rel kereta api, berbaring menatap indahnya taburan bintang di malam hari. Suntuk memainkan dawai gitar, lalu ia berdiri, mencari serakan-serakan puntung rokok di jalanan, yang masih bisa dihisap atau pun mengumpulkan bubuk-bubuk tembakau beserta remah-remah nya yang terdapat di rokok-rokok sisa buangan jalanan untuk dikumpulkan dan dihisap lagi. Ia dan beberapa temannya menghabisi masa remajanya di jalanan, meninggalkan empuknya kasur di rumah, meninggalkan lezatnya

Continue Reading…